Pura Lempuyang Luhur
Beautiful Magic View
Pura Lempuyang Luhur
Udara sejuk dari hutan masih alami, suara-suara satwa dan pemandangan alam Kabupaten Karangasemmemang memukau,dan lebih unik. Perlu usaha extra untuk menuju puncak, rimbuhan belukar bertebaran diantara pohon-pohon tropis, kicauan burung di alam bebas, dan kera-kera liar tampak bergelantungan, suguhan tersebut menjadi
hiburan saat perjalanan.
Pura Lempuyang Luhur
Pura Lempuyang Luhur salah satu obyek wisata di Bali, dan juga merupakan tempat suci bagi umat Hindu, pura berlokasi wilayah bagian Timur pulau dewata tepatnya di Kabupaten Karangasem. Dalam peta wisata Bali, pura Lempuyang Luhur menjadi tujuan mendaki yang cukup menarik bagi wisatawan, terutama mereka yang menginap di wilayah Bali Timur seperti Amed, Trtagangga dan Candidasa, karena lokainya berdekatan. Dengan latar belakang panorama Gunung Agung yang memukau, disamping sebagai tempat suci, Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur memiliki keunikan tersendiri seperti kemurnian alamnya, terutama kawasan hutan, tidak terjamah sehingga keindahan lembah, serta pesisir Bali Timur, terlihat menakjubkan. Pohon-pohon tropis tumbuh subur, cocok menjadi paru-paru Pulau Dewata. Wisatawan yang gemar wisata trekking, melakukan perjalanan mendaki ke Pura Luhur Lempuyang akan memberikan sensasi dan pengalaman indah, unik serta menantang ada beberapa jalur pendakian menuju puncak, jika mau lebih gampang, sudah disediakan di jalur utama dengan tangga berundak, biasa juga digunakan oleh umat Hindu sebagai jalur persembahyangan
Bagi umat Hindu yang hendak tangkil (datang sembahyang) ke Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, dan juga para pelancong dengan tujuan wisata, beberapa hal layak dipersiapkan adalah ketahanan fisik, dan tentu saja hati tulus suci. Untuk umat Hindu persembahyangan ke pura Lihur Lempuyang tentulah butuh usaha ekstra, karena harus menapaki tangga menanjak sampai ribuan anak tangga.
Bagi umat atau bahkan wisatawan yang mendaki ke pura Lempuyang luhur, maka sejumlah pantangan patut kita patuhi yaitu tak boleh berkata kasar saat perjalanan, orang cuntaka (seperti ada keluarga meninggal), wanita haid, menyusuai, anak yang belum tanggal gigi susu sebaiknya jangan dulu masuk pura atau bersembahyang ke pura setempat, membawa atau makan daging babi juga tidak diperbolehkan. Warga Hindu melakukan perjalanan spiritual ke Pura ini perlu keiklasan, konon pantang mengucapkan kata "lelah"
hiburan saat perjalanan.



Sangat bermanfaat 👌
ReplyDeleteMagic yaa
ReplyDeleteMakasi infonya
ReplyDeleteWahh baguss
ReplyDeleteTop
ReplyDeleteBagus
ReplyDeleteBagus banget
ReplyDeleteSangat bermanfaat
ReplyDeleteNicesss kaka
ReplyDeletePengen sembahyang kesana
ReplyDeleteoke
ReplyDeleteWaooooo sangat bermanfaat
ReplyDeleteInfonya bermanfaat
ReplyDelete